Log litologi
Cutting atau core dicatat terhadap kedalaman untuk melihat perubahan material dan menghubungkan hasil pengeboran dengan prediksi awal.
WELL LOGGING & PUMPING TEST SUMUR BOR
PT Geotec Patra Mulia membantu memverifikasi kondisi aktual setelah pengeboran melalui well logging dan menguji respons sumur melalui pumping test. Tujuannya adalah memperkuat keputusan konstruksi, membaca drawdown dan recovery, serta membantu menetapkan debit operasi yang lebih rasional.
ESTIMASI LEBIH CEPAT
Data konstruksi yang sederhana membantu mencegah pemilihan alat, pompa, atau durasi pengujian yang tidak sesuai kondisi sumur.
SETELAH PENGEBORAN
Survei geofisika dan data hidrogeologi memberi target awal, tetapi pengeboran membuka kesempatan untuk melihat bukti lapangan secara langsung. Cutting, perubahan litologi, water strike, kondisi lubang, dan data logging membantu memperbaiki keputusan yang sebelumnya masih berupa interpretasi.
Setelah konstruksi selesai, pertanyaan berubah: bukan lagi “ada lapisan potensial atau tidak”, tetapi “seberapa baik sumur ini bekerja ketika air diambil”. Pumping test menjawabnya melalui hubungan antara debit, perubahan muka air terhadap waktu, dan pemulihan setelah pompa dihentikan.
Logging berfokus pada kondisi sepanjang lubang dan interval formasi. Pumping test berfokus pada respons hidraulik sumur serta akuifer ketika dipompa. Keduanya memberi jenis bukti yang berbeda dan saling melengkapi.
WELL LOGGING
Jenis logging dipilih mengikuti kondisi lubang, tujuan evaluasi, fase pekerjaan, dan peralatan yang tersedia. Tidak semua metode logging cocok untuk setiap sumur.
Cutting atau core dicatat terhadap kedalaman untuk melihat perubahan material dan menghubungkan hasil pengeboran dengan prediksi awal.
Pada kondisi yang sesuai, respons gamma dapat membantu membedakan perubahan karakter formasi tertentu dan dikorelasikan dengan log litologi.
Logging elektrik dapat membantu membaca variasi sifat formasi dalam kondisi lubang yang sesuai. Pemilihan alat bergantung pada konfigurasi sumur dan fluida di dalam lubang.
Caliper membantu melihat perubahan diameter, washout, atau penyempitan yang dapat memengaruhi interpretasi dan konstruksi.
Data logging dibaca bersama cutting, survei geofisika, kedalaman water strike, dan kondisi drilling agar keputusan tidak berdiri pada satu parameter.
Interval screen dipilih dari kombinasi data formasi, potensi masuknya air, kualitas air bila diketahui, serta desain konstruksi yang akan digunakan.
PUMPING TEST
Pengujian yang berguna membutuhkan debit yang terukur, waktu pencatatan konsisten, muka air yang dapat dipantau, dan tahap recovery setelah pemompaan dihentikan.
Sebelum pompa dijalankan, kondisi awal perlu dicatat agar perubahan selama pengujian memiliki titik pembanding.
Debit dinaikkan secara bertahap untuk melihat bagaimana drawdown berubah pada beberapa tingkat pemompaan.
Pompa dijaga pada debit target tertentu sambil muka air dicatat terhadap waktu untuk melihat perkembangan drawdown.
Setelah pompa dihentikan, pemulihan muka air dipantau. Recovery memberi informasi penting yang tidak terlihat jika pengukuran berhenti saat pompa dimatikan.
PARAMETER UTAMA
Interpretasi pumping test bukan mengejar satu angka terbesar, tetapi memahami hubungan respons sumur terhadap tingkat pengambilan air.
| Parameter | Apa yang dicatat | Apa yang dibantu jawab |
|---|---|---|
| Debit | Volume air per satuan waktu selama pemompaan | Berapa tingkat pengambilan air yang sedang diuji |
| Drawdown | Penurunan muka air dari kondisi awal | Seberapa besar respons sumur terhadap debit tersebut |
| Recovery | Pemulihan muka air setelah pompa berhenti | Bagaimana sistem pulih setelah tekanan pemompaan dihentikan |
| Specific capacity | Rasio debit terhadap drawdown pada kondisi tertentu | Indikator praktis performa sumur yang harus dibaca bersama konteks pengujian |
OUTPUT TEKNIS
Output disusun mengikuti scope dan kualitas data lapangan. Analisis tidak dipaksakan melampaui data yang tersedia.
ALUR PELAKSANAAN
Urutan kerja dibuat agar data pengeboran, logging, konstruksi, dan pumping test tetap saling terhubung.
Review kedalaman, casing-screen, log pengeboran, hasil development, pompa, target debit, dan kondisi lokasi.
Logging dilakukan bila termasuk scope dan kondisi sumur memungkinkan untuk memperoleh data tambahan sebelum atau setelah konstruksi.
Pompa, flow measurement, alat ukur muka air, discharge line, serta sumber daya disiapkan sesuai rencana test.
Debit dan muka air dicatat konsisten selama tahap pemompaan serta setelah pompa dihentikan.
Kurva dan parameter dievaluasi untuk membantu keputusan operasi, monitoring, atau pengujian lanjutan.
KESALAHAN YANG PERLU DIHINDARI
Perubahan debit tanpa pencatatan, muka air yang diukur pada waktu tidak konsisten, pompa yang tidak stabil, titik pembuangan air yang memengaruhi sumur, atau recovery yang tidak dipantau dapat menurunkan kualitas interpretasi.
Durasi pengujian juga bukan satu angka universal. Desain test harus mengikuti tujuan: apakah sekadar memeriksa performa sumur, memilih debit operasi, atau mengevaluasi karakter akuifer lebih lanjut.
DATA UNTUK PENAWARAN
Kirim data yang tersedia; kekurangan data dapat diidentifikasi sebelum mobilisasi sehingga alat dan metode pengujian lebih sesuai.
KNOWLEDGE CLUSTER
Artikel pendukung berikut membahas proses secara lebih mendalam dari logging sampai penetapan debit.
Mulai dari Survei Geofisika & Air Tanah, kemudian lanjutkan ke Pengeboran Sumur Dalam sebelum masuk ke tahap logging dan pumping test.
FAQ WELL TESTING
Logging membantu memahami perubahan kondisi sepanjang lubang dan mendukung evaluasi interval akuifer serta posisi konstruksi. Jenis logging disesuaikan dengan kondisi lubang, fase pekerjaan, dan alat yang tersedia.
Tidak secara langsung. Logging membantu mengidentifikasi kondisi formasi; kemampuan produksi perlu diverifikasi melalui development dan pumping test.
Step test membandingkan respons sumur pada beberapa tingkat debit, sedangkan constant rate test mempertahankan debit tertentu untuk melihat perubahan drawdown terhadap waktu.
Belum tentu. Debit operasi perlu mempertimbangkan drawdown, recovery, konstruksi sumur, kebutuhan air, pompa, dan kestabilan respons selama pengujian.
Umumnya setelah konstruksi dan well development selesai sehingga sumur sudah lebih bersih dan respons yang diukur lebih representatif terhadap kondisi operasi.
Tidak selalu. Kualitas analisis bergantung pada desain test, durasi, kestabilan debit, data muka air, geometri akuifer, serta ketersediaan observation well. Analisis hanya dilakukan sejauh data dan asumsi metode mendukung.
Kirim data kedalaman, casing-screen, pompa, target debit, serta catatan pengeboran yang tersedia. Kami bantu menyusun scope logging dan pumping test yang relevan untuk kondisi sumur Anda.
CAKUPAN INDONESIA
Kirim lokasi dan scope awal. Mobilisasi proyek dievaluasi berdasarkan alat, akses, durasi, jadwal, dan kebutuhan teknis.
USE-CASE PROYEK