Geology · Geophysics · Groundwater · Drilling|Indonesia

Beranda/Layanan/Hidrogeologi & SIPA

HIDROGEOLOGI & PENDAMPINGAN SIPA AIR TANAH

Rapikan Data Teknis Air Tanah Sebelum Masuk ke Jalur Perizinan.

PT Geotec Patra Mulia membantu menilai kondisi hidrogeologi, memilih jalur penggunaan air tanah yang relevan, memeriksa konsistensi koordinat, debit, kedalaman dan konstruksi sumur, serta menyiapkan data teknis pendukung untuk proses Izin Pengusahaan Air Tanah atau Persetujuan Penggunaan Air Tanah.

HIDROGEOLOGIIZIN AIR TANAHSUMUR PANTAUDOKUMEN TEKNIS
Kajian hidrogeologi dan dokumen teknis air tanah
Fokus kamiMembuat data lokasi, rencana pemakaian, konstruksi, hasil pengujian, dan dokumen teknis saling konsisten—tanpa menjanjikan keputusan yang menjadi kewenangan instansi penerbit.
Kegiatan usahaIzin Pengusahaan Air Tanah
Bukan usahaPersetujuan Penggunaan Air Tanah sesuai kriteria
Dasar evaluasiZona konservasi & data hidrogeologi
Peran GeotecData teknis, konsistensi & pendampingan

ESTIMASI LEBIH CEPAT

Kirim status sumur dan dokumen yang ada untuk screening kebutuhan SIPA.

Tahap awal adalah mengidentifikasi status sumur, konsistensi data teknis, dan dokumen yang sudah tersedia sebelum menentukan pekerjaan tambahan.

Informasi yang membantu:
  • Pin lokasi sumur dan identitas pemohon/badan usaha
  • Status sumur: rencana, sudah dibor, atau sudah beroperasi
  • Kedalaman, diameter, casing-screen, dan debit bila tersedia
  • Dokumen izin/persetujuan yang sudah dimiliki
  • Hasil pumping test, kualitas air, as-built, atau geotagging bila ada
Konsultasi awal digunakan untuk menyusun scope. Nilai penawaran final mengikuti kondisi lokasi, metode, mobilisasi, dan keluaran pekerjaan.

MULAI DARI STATUS PENGGUNAAN

Kesalahan paling awal adalah menyamakan semua penggunaan air tanah sebagai satu jalur “SIPA”.

Istilah SIPA masih sangat umum dipakai oleh pelaku usaha dan masyarakat. Namun untuk menyusun pekerjaan secara benar, tahap pertama adalah mengidentifikasi siapa pengguna air, untuk kegiatan apa air dipakai, di mana titik sumur berada, apakah sumur baru atau eksisting, dan berapa debit yang direncanakan atau sudah diambil.

Dalam kerangka regulasi yang berlaku pada 2026, penggunaan air tanah untuk kegiatan usaha dilakukan setelah memiliki Izin Pengusahaan Air Tanah. Untuk kegiatan bukan usaha, jalurnya adalah Persetujuan Penggunaan Air Tanah bila memenuhi kriteria yang diatur. Kewenangan penerbit juga mengikuti ketentuan pemerintah pusat atau daerah.

Karena itu dokumen teknis tidak boleh disusun sebelum jalurnya jelas.

Koordinat, debit, peruntukan, kedalaman, konstruksi, rencana resapan atau monitoring, dan status sumur harus konsisten dengan kondisi lapangan dan jenis permohonannya.

KERANGKA REGULASI 2026

Gunakan istilah yang dicari orang, tetapi kerjakan dengan istilah hukum yang benar.

Per 22 Januari 2026, Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2026 menjadi salah satu rujukan aktif utama penggunaan sumber daya air pada air tanah. Regulasi tersebut membedakan kegiatan usaha dan bukan usaha serta menempatkan kondisi air tanah dalam Zona Konservasi Air Tanah sebagai dasar penerbitan.

01 · USAHA

Izin Pengusahaan Air Tanah

Digunakan untuk penggunaan air tanah yang menunjang kegiatan usaha. Permohonan diajukan melalui Sistem OSS; persyaratan dan mekanisme penerbitannya mengikuti ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko sektor ESDM yang berlaku.

  • Screening kegiatan dan lokasi
  • Konsistensi data perusahaan dan titik sumur
  • Data teknis sumur dan rencana penggunaan
  • Pemeriksaan kebutuhan data tambahan
02 · BUKAN USAHA

Persetujuan Penggunaan Air Tanah

Digunakan untuk kegiatan bukan usaha yang memenuhi kriteria. Permohonannya melalui aplikasi perizinan online kepada Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota sesuai kewenangan.

  • Identitas dan alamat lokasi
  • Koordinat decimal degree
  • Peruntukan dan rencana debit
  • Gambar rencana konstruksi serta data lain sesuai jenis kegiatan
03 · LOKASI

Zona Konservasi Air Tanah

Kondisi zona konservasi memengaruhi ruang penggunaan air tanah. Bila zona belum ditetapkan, pengendalian dapat mengacu pada data hidrogeologi lain sesuai kewenangan instansi.

  • CAT dan konteks hidrogeologi
  • Zona aman, rawan, kritis atau rusak bila telah ditetapkan
  • Daerah imbuhan dan kondisi setempat
04 · SPECIAL CASE

Kasus yang perlu screening khusus

Dewatering, sumur pantau, sumur imbuhan, sumur eksisting, perubahan penggunaan, dan perusahaan di kawasan industri tidak boleh diperlakukan sebagai permohonan generik.

  • Status sumur baru vs eksisting
  • Kegiatan usaha vs bukan usaha
  • Status kawasan dan kewenangan
  • Riwayat izin atau persetujuan
Sumber regulasi

Kerangka halaman ini ditelaah terhadap Permen ESDM No. 4 Tahun 2026. Untuk sumber resmi dan pembaruan regulasi, lihat JDIH Kementerian ESDM.

AUDIT DATA TEKNIS

Satu angka yang berbeda antar dokumen bisa membuat seluruh berkas perlu diperiksa ulang.

Kami memeriksa hubungan antar-data sebelum dokumen digunakan dalam proses perizinan atau evaluasi teknis.

DataYang harus konsistenRisiko bila berbeda
KoordinatPeta, foto geotag, formulir, gambar teknis, dan posisi aktualTitik dinilai tidak sesuai lokasi atau kewenangan
KedalamanRencana bor, log pengeboran, as-built, konstruksi dan data ujiDesain sumur tidak cocok dengan kondisi aktual
DiameterLubang bor, casing, screen, pompa dan gambar konstruksiDokumen tidak menggambarkan instalasi sebenarnya
DebitKebutuhan, rencana pengambilan, kapasitas pompa dan pumping testRencana operasi tidak didukung data pengujian
PeruntukanKegiatan usaha, penggunaan air dan identitas pemohonJalur izin/persetujuan dapat salah sejak awal
Status sumurBaru, eksisting, aktif, tidak aktif, izin lama atau penataanPersyaratan dan mekanisme penanganan dapat berbeda

LINGKUP TEKNIS

Dokumen yang baik dibangun dari data lapangan, bukan dari template kosong.

Scope akhir disesuaikan dengan status proyek. Tidak semua pekerjaan membutuhkan seluruh item berikut.

01 · DESK STUDY

Hidrogeologi & lokasi

  • Konteks cekungan air tanah
  • Data geologi/hidrogeologi tersedia
  • Sumur sekitar dan kondisi penggunaan
  • Screening zona konservasi bila tersedia
02 · SURVEY

Data titik & lapangan

  • Koordinat decimal degree
  • Foto dan kondisi akses
  • Verifikasi posisi sumur
  • Survei geofisika bila diperlukan
03 · WELL DATA

Konstruksi sumur

  • Kedalaman dan diameter
  • Casing, screen dan interval akuifer
  • As-built atau rekonstruksi data eksisting
  • Gambar teknis yang konsisten
04 · TEST

Pumping test

  • Muka air statis dan dinamis
  • Debit uji
  • Drawdown dan recovery
  • Evaluasi kapasitas sumur
05 · MONITORING

Sumur pantau & resapan

  • Rencana monitoring muka air
  • Sumur pantau sesuai tujuan
  • Sumur resapan/imbuhan bila relevan
  • Pelaporan dan catatan operasional
06 · DOSSIER

Kompilasi dokumen teknis

  • Checklist gap dokumen
  • Konsistensi data antar lampiran
  • Format teknis sesuai kebutuhan jalur
  • Catatan asumsi dan batasan

ALUR PENDAMPINGAN

Mulai dari screening, bukan langsung mengisi formulir.

Urutan ini mengurangi risiko dokumen dibuat untuk jalur yang salah atau menggunakan data yang belum terverifikasi.

01 · SCREEN

Tentukan jalur

Identifikasi kegiatan usaha/bukan usaha, status sumur, lokasi, penggunaan, debit, dan kewenangan yang relevan.

02 · GAP

Audit kelengkapan

Bandingkan dokumen yang tersedia dengan data teknis yang masih hilang atau saling bertentangan.

03 · FIELD

Lengkapi data

Lakukan survei, pengukuran, gambar konstruksi, pumping test, logging, sampling, atau pekerjaan lain bila memang dibutuhkan.

04 · ALIGN

Selaraskan dokumen

Koordinat, kedalaman, diameter, debit, peruntukan, foto, dan gambar teknis dicek kembali sebelum digunakan.

05 · SUPPORT

Pendampingan proses

Dokumen digunakan pada jalur yang sesuai scope; bila ada catatan evaluasi, respons teknis disusun berdasarkan data yang dapat diverifikasi.

SUMUR EKSISTING

Sumur lama perlu diaudit berdasarkan kondisinya sekarang, bukan diperlakukan seperti rencana sumur baru.

Pada sumur eksisting, data awal sering tidak lengkap: koordinat berbeda, gambar konstruksi hilang, kedalaman tidak tercatat, posisi screen tidak diketahui, atau debit hanya berdasarkan kapasitas pompa. Kondisi seperti ini perlu diperbaiki melalui pengukuran dan bukti teknis yang tersedia.

Riwayat izin, waktu pembangunan sumur, masa berlaku dokumen, dan status penggunaan juga perlu ditelaah karena dapat memengaruhi jalur penanganan. Kami tidak menganggap semua sumur lama otomatis masuk mekanisme yang sama.

KNOWLEDGE CLUSTER

Pahami jalur izin sekaligus bukti teknis di belakangnya.

Halaman pendukung berikut memperkuat hubungan antara perizinan, sumur, monitoring, dan pengujian.

Belum punya data sumur?

Untuk proyek baru, alurnya dapat dimulai dari Survei Geofisika & Air Tanah, dilanjutkan Pengeboran Sumur Dalam dan Well Logging & Pumping Test agar dokumen teknis dibangun dari data aktual.

FAQ HIDROGEOLOGI & SIPA

Pertanyaan yang perlu dijawab sebelum menyusun berkas.

Apakah istilah SIPA masih digunakan?

Masih umum dipakai di lapangan dan dalam pencarian. Namun dalam kerangka regulasi aktif 2026, kegiatan usaha menggunakan Izin Pengusahaan Air Tanah, sedangkan kegiatan bukan usaha yang memenuhi kriteria menggunakan Persetujuan Penggunaan Air Tanah.

Apakah semua sumur wajib punya izin atau persetujuan?

Tidak semua penggunaan diperlakukan sama. Kegiatan usaha dan bukan usaha memiliki jalur berbeda. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari bukan usaha di bawah ambang yang ditetapkan terdapat pengecualian. Karena itu status penggunaan harus diperiksa sebelum menarik kesimpulan.

Apakah Geotec menjamin izin pasti terbit?

Tidak. Kami membantu aspek teknis, konsistensi data, dan pendampingan sesuai scope. Keputusan akhir berada pada instansi berwenang dan dipengaruhi ketentuan serta kondisi air tanah di lokasi.

Apakah perusahaan di kawasan industri bisa mengambil air tanah?

Status tersebut perlu screening khusus. Regulasi aktif memberi ketentuan tersendiri bagi perusahaan industri di dalam kawasan industri. Jangan merencanakan sumur produksi sebelum status kawasan, sumber air, dan ketentuan yang berlaku diperiksa.

Bagaimana jika sumur sudah ada tetapi gambar konstruksinya tidak tersedia?

Kondisi aktual perlu direkonstruksi sejauh data mendukung, misalnya dari pengukuran, catatan pengeboran, logging atau borehole camera bila relevan, data pompa, pumping test, dan bukti lapangan lainnya. Hasil rekonstruksi harus membedakan data terukur dari asumsi.

Data apa yang sebaiknya dikirim untuk review awal?

Kirim NIB atau identitas kegiatan bila relevan, titik Google Maps, status sumur baru/eksisting, penggunaan air, target atau debit aktual, kedalaman, diameter, foto sumur, gambar konstruksi, hasil pumping test, kualitas air, dan dokumen izin lama bila ada.

BUKTI PEKERJAAN

Studi kasus terkait layanan ini.

Lihat bagaimana scope, batasan, dan keputusan teknis diterapkan pada proyek nyata.

Kirim dokumen yang sudah ada. Kami mulai dari audit gap-nya.

Anda tidak perlu menebak formulir mana yang harus diisi. Kirim lokasi, status sumur, peruntukan air, debit, dan dokumen teknis yang tersedia. Kami bantu menentukan data apa yang sudah konsisten dan apa yang masih perlu dilengkapi.

Kirim Data via WhatsApp

CAKUPAN INDONESIA

Butuh layanan ini untuk proyek di luar daerah?

Kirim lokasi dan scope awal. Mobilisasi proyek dievaluasi berdasarkan alat, akses, durasi, jadwal, dan kebutuhan teknis.

Cakupan Layanan Indonesia

USE-CASE PROYEK

Lihat bagaimana layanan ini dipakai dalam kebutuhan proyek yang lebih besar.

Buka Solusi Industri / Konstruksi