Geology · Geophysics · Groundwater · Drilling|Indonesia

STUDI KASUS · CIREBON, JAWA BARAT

Membandingkan Tiga Bentangan untuk Menentukan Target Pengeboran 40-45 Meter.

Investigasi Geo Water Scan/AGR dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian sebelum pengeboran. Tiga penampang dibandingkan secara relatif, Bentangan 2 diprioritaskan, lalu hasilnya diterjemahkan menjadi target geofisika 40-45 meter dan rancangan awal sumur casing PVC 4 inci.

3 BENTANGANGEO WATER SCAN / AGRTARGET 40-45 MCASING 4 INCIOKTOBER 2026
Status publikasi: survei dan rekomendasi teknis selesai. Hasil pengeboran, debit produksi, dan pumping test belum menjadi bagian dari studi kasus ini. Identitas klien privat dan koordinat presisi tidak ditampilkan.
DATA PEMBANDING3 bentangan
PRIORITASBentangan 2
TARGET GEOFISIKA40-45 m
DESAIN AWALPVC 4 inci · ±45 m

PERTANYAAN PROYEK

Bagaimana memilih target yang lebih rasional sebelum rig dimobilisasi?

Tujuan pekerjaan adalah membandingkan variasi respons bawah permukaan dari tiga bentangan dan memilih zona yang relatif paling layak diuji melalui pengeboran. Pendekatan ini tidak dipakai untuk menjanjikan keberadaan air atau debit tertentu, melainkan untuk memperkecil ruang keputusan sebelum pekerjaan drilling dimulai.

Area survei berada di Cirebon, Jawa Barat. Versi publik sengaja hanya menampilkan lokasi pada tingkat kabupaten/kota dan tidak memuat nama klien pribadi, titik GPS, maupun citra satelit dengan pin presisi.

PERBANDINGAN TIGA BENTANGAN

Target dipilih dari pola relatif dan konsistensi antar-bentangan.

PeringkatBentanganKarakter utamaInterval prospek relatifPeran
1Bentangan 2Stratifikasi relatif jelas; target ditandai di bagian kanan lintasan pada zona rendah-menengah.40-45 mTarget utama
2Bentangan 3Pola berlapis cukup konsisten dan digunakan sebagai kontrol pembanding.±25-60 mAlternatif / pembanding
3Bentangan 1Heterogenitas lateral lebih kuat dengan perubahan pola yang lebih bervariasi.±25-60 mPendukung / pembanding
Perbandingan publik tiga bentangan Geo Water Scan Cirebon dengan Bentangan 2 sebagai target utama
Visual publik yang disederhanakan dari hasil tiga penampang. Bentangan 2 diprioritaskan; Bentangan 1 dan 3 tetap dipakai sebagai pembanding untuk membaca konsistensi pola.

TARGET UTAMA

Bentangan 2, sekitar posisi meter ke-12, dengan sasaran 40-45 meter.

Pada Bentangan 2, target dipilih pada zona dengan nilai relatif rendah hingga menengah di sekitar kedalaman 40-45 meter. Zona tersebut diperlakukan sebagai target geofisika utama untuk diuji melalui pengeboran, bukan sebagai kepastian akuifer produktif.

Kedalaman akhir awal direncanakan sekitar 45 meter. Sebelum rig ditempatkan, posisi target perlu dipindahkan kembali ke lapangan melalui staking dan tanda fisik yang disepakati.

Batas klaim: respons konduktif dapat berkaitan dengan kejenuhan air, tetapi juga dapat dipengaruhi lempung, salinitas, atau kombinasi beberapa faktor. Karena itu, keputusan final harus mengikuti cutting/logging, development, dan pumping test.
Skema publik target Bentangan 2 sekitar meter ke-12 dengan target geofisika 40 sampai 45 meter
Target dipublikasikan dalam posisi relatif pada lintasan. Koordinat geografis presisi tidak ditampilkan.

DARI INTERPRETASI KE DESAIN AWAL

Hasil survei diterjemahkan menjadi rancangan awal sumur casing 4 inci.

Rancangan berikut bukan desain final. Interval screen, gravel pack, kedalaman akhir, dan pemilihan pompa tetap harus dikoreksi berdasarkan litologi aktual serta hasil uji sumur.

Skema awal sumur 45 meter menggunakan casing PVC 4 inci untuk studi kasus Cirebon
Skema publik: kedalaman akhir awal ±45 m, lubang 6-8 inci, casing PVC kelas sumur 4 inci, blind casing 0-35 m, screen awal 35-43 m, sump 43-45 m, gravel pack sekitar 33-44 m, dan sanitary seal sekitar 0-5 m.
01 · LUBANG

6-8 inci

Diameter awal memberi ruang annulus untuk casing PVC 4 inci dan gravel pack.

02 · BLIND CASING

0-35 m

Interval awal bersifat indikatif dan harus mengikuti logging serta kondisi lapisan penutup.

03 · SCREEN

35-43 m awal

Difokuskan ke zona target 40-45 m, tetapi dikunci setelah cutting/logging menunjukkan lapisan yang sesuai.

04 · SUMP

43-45 m

Disiapkan sebagai ruang dasar dan pengamanan bagian bawah screen.

05 · DEVELOPMENT

Hingga air stabil

Airlift, surging, atau pumping dilanjutkan sampai pasir dan kekeruhan relatif stabil.

06 · POMPA

Sesudah pumping test

HP, setting depth, dan debit operasi tidak ditentukan hanya dari hasil scan.

TAHAP VERIFIKASI

Pengeboran tetap menjadi pembuktian kondisi aktual.

Mulai sekitar kedalaman 30 meter hingga kedalaman akhir awal 45 meter, logging perlu dilakukan lebih teliti untuk mencatat perubahan ukuran butir, indikasi masuknya air, loss circulation, kelembapan material, serta perubahan litologi yang memengaruhi penempatan screen.

BATASAN & TRANSPARANSI

Studi kasus tidak boleh lebih meyakinkan daripada data sumbernya.

Metode Geo Water Scan/AGR merupakan pendekatan tidak langsung. Penampang bukan foto literal lapisan geologi. Pada proyek ini, data mentah, konfigurasi pengukuran, satuan absolut color bar, panjang/orientasi setiap bentangan, peta geologi terverifikasi, dan data bor pembanding tidak tersedia pada bahan laporan.

Karena itu, publikasi ini sengaja tidak menampilkan angka resistivitas absolut, nama formasi, klaim debit, atau pernyataan bahwa sumur sudah berhasil. Jika hasil pengeboran dan pumping test tersedia kemudian, studi kasus dapat diperbarui sebagai tahap verifikasi berikutnya.

Punya lokasi yang akan dievaluasi sebelum pengeboran?

Kirim lokasi umum, kebutuhan air, luas area, dan data sumur sekitar bila ada. Tim kami membantu menyusun scope yang relevan tanpa membuka data sensitif proyek ke publik.

Kirim Data Proyek

STATUS BUKTI PUBLIK

Studi kasus ini diterbitkan dari sumber proyek nyata, dengan batas publikasi yang jelas.

Yang dapat dibaca publik: konteks pekerjaan, metode, parameter teknis yang relevan, temuan, keputusan dan tahap verifikasi berikutnya.

Yang disamarkan: identitas klien pribadi, nilai kontrak, kredensial, dokumen internal serta koordinat presisi yang tidak diperlukan untuk memahami pembelajaran teknis.